Kemampuan membaca kitab suci dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah hukum bacaan merupakan fondasi utama pendidikan agama bagi setiap muslim. Banyaknya masyarakat yang ingin mempelajari tata cara membaca Al-Qur’an mendorong pihak pesantren untuk menerbitkan materi panduan terstruktur yang mudah dipahami. Pengembangan unit percetakan buku panduan ilmu tajwid secara mandiri berhasil memproduksi ribuan eksemplar buku panduan berkualitas tinggi dan berstandar nasional. Buku panduan ini disusun secara sistematis oleh para guru hafalan Al-Qur’an dengan menggunakan penjelasan tata bahasa yang sangat ringkas dan jelas.
Buku panduan tajwid ini dilengkapi dengan ilustrasi tajwid berwarna, makhraj huruf, serta contoh-contoh bacaan yang diambil langsung dari ayat-ayat Al-Qur’an. Penggunaan kode warna pada setiap hukum bacaan memudahkan para pemula untuk mengenali hukum izhar, idgham, ikhfa, dan mad secara praktis saat membaca. Cetakan buku menggunakan kertas berkualitas tinggi dan penjilidan yang kuat agar tahan lama digunakan oleh para santri dan murid sekolah agama. Proses pemeriksaan cetakan dilakukan secara berulang-ulang guna menghindarkan timbulnya kesalahan huruf atau tanda baca yang fatal.
Hasil cetakan buku panduan tajwid ini digunakan secara internal untuk seluruh santri baru dan didistribusikan ke TPA, sekolah dasar, serta masyarakat umum. Permintaan pasar akan buku panduan tajwid buatan santri ini sangat tinggi karena terbukti efektif mempercepat kemampuan membaca Al-Qur’an para siswa. Pendapatan dari hasil penjualan buku cetakan ini digunakan untuk menutup biaya produksi percetakan dan mendukung program beasiswa pendidikan santri kurang mampu. Ekosistem percetakan mandiri ini menjadi pilar pendukung kemandirian finansial dan dakwah literasi pesantren.
Aktivitas percetakan ini juga menjadi media pelatihan keahlian industri grafis dan tata letak bagi para santri yang berminat pada dunia percetakan modern. Santri diajarkan cara mengoperasikan mesin cetak offset, mesin potong kertas, proses jilid buku, serta desain grafis menggunakan perangkat lunak komputer modern. Pengalaman bekerja di unit percetakan buku ini membekali santri dengan keahlian teknis garmen dan percetakan yang sangat dibutuhkan oleh dunia kerja modern saat ini. Santri lulus dengan membawa ijazah agama sekaligus keterampilan teknik grafis yang siap pakai.
Inovasi penerbitan terus ditingkatkan dengan mengintegrasikan kode QR pada halaman buku yang terhubung langsung dengan rekaman audio contoh bacaan dari para qari. Penambahan fitur audio interaktif ini memudahkan para pembaca untuk mendengarkan pelafalan makhraj huruf yang benar secara mandiri di rumah masing-masing. Keberhasilan pengoperasian unit percetakan buku panduan ini terbukti memperluas jangkauan dakwah Al-Qur’an sekaligus mewujudkan kemandirian ekonomi lembaga pendidikan Islam secara nyata. Pesantren terus konsisten mencetak karya-karya literasi yang mencerahkan kehidupan umat.